Berita biaya hidup

Inflasi September 2026 3,28%: Cabai dan Ayam Jadi Pendorong

Terbit

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada 1 Oktober 2026 bahwa inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan (year-on-year) dan 0,30% secara bulanan. Secara tahun kalender, inflasi tercatat 2,17%. Angka tahunan ini menjadi yang tertinggi sepanjang 2026.

Angka utama

Ukuran September 2026
Inflasi tahunan (y-on-y) 3,28%
Inflasi bulanan (m-to-m) 0,30%
Inflasi tahun kalender (y-to-d) 2,17%
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau (bulanan) 0,88%, andil 0,26 poin

Apa yang naik

Pendorong terbesar datang dari bahan pangan. Andil komoditas utama terhadap inflasi bulanan:

Komoditas Andil (poin persen)
Cabai rawit 0,08
Cabai merah 0,06
Daging ayam ras 0,05
Beras 0,03
Telur ayam ras 0,02

Selain itu, inflasi inti naik 0,10% dengan andil 0,06 poin, terutama dari biaya kuliah di akademi dan perguruan tinggi. Pada harga yang diatur pemerintah, bensin menjadi pendorong naik, sedangkan tarif angkutan udara menahan inflasi. Sebaliknya, perhiasan emas membuat kelompok perawatan pribadi turun 0,14%.

Artinya untuk anggaran bulanan

Inflasi 3,28% adalah rata-rata keranjang belanja nasional. Rumah tangga yang belanja dapurnya besar, terutama cabai, ayam, beras, dan telur, bisa merasakan kenaikan yang lebih tinggi dari rata-rata ini. Begitu pula keluarga yang sedang membayar biaya kuliah.

Cara cepat mengeceknya: bandingkan struk belanja dapur tiga bulan terakhir dengan bulan yang sama tahun lalu, lalu masukkan angka yang sebenarnya ke rencana anggaran bulanan. Pakai skenario C untuk menaikkan semua pengeluaran beberapa persen, lalu lihat bulan mana uang mulai minus.

Jika target dana darurat Anda dihitung tahun lalu, target itu mungkin sudah terlalu kecil karena pengeluaran wajib ikut naik. Hitung ulang di kalkulator dana darurat.

Sumber

Diringkas dari sumber di bawah. Angka bisa berubah jika ada pengumuman baru. COST.RED tidak menambah angka sendiri dan tidak memberi saran keuangan.