Dana darurat berapa kali pengeluaran?
Rumus dasarnya: dana darurat = pengeluaran wajib per bulan × jumlah bulan. Alat ini hanya menghitung baris yang dicentang “Wajib”, karena saat tidak ada penghasilan, kebanyakan orang memangkas pengeluaran fleksibel lebih dulu.
Kenapa pengeluaran, bukan gaji?
Banyak yang mencari “dana darurat berapa kali gaji”. Masalahnya, gaji sudah termasuk uang yang biasanya ditabung atau dipakai untuk hal yang bisa ditunda. Yang harus ditutup dana darurat adalah pengeluaran wajib, jadi angka itulah yang dikalikan.
Cara menghitung dana darurat (contoh)
| Pengeluaran wajib | Per bulan |
|---|---|
| Sewa kos | 4.500.000 |
| Makan dan kebutuhan rumah | 3.750.000 |
| Listrik, air, internet, pulsa | 1.100.000 |
| Transportasi | 1.250.000 |
| Cicilan | 1.500.000 |
| Total | 12.100.000 |
Target 6 bulan = 12.100.000 × 6 = Rp 72.600.000. Kalau uang yang bisa dipakai sekarang Rp 60.000.000, itu cukup untuk 4,9 bulan pengeluaran wajib, dan masih kurang Rp 12.600.000. Tekan “Coba dengan angka contoh” di atas untuk melihat contoh ini di dalam alat.
Dana darurat idealnya berapa bulan?
Tidak ada angka yang pas untuk semua orang:
- 3–6 kali pengeluaran bulanan adalah patokan umum. MoneyHelper di Inggris memakai 3–6 bulan pengeluaran wajib (dikutip oleh NS&I).
- Lembaga perlindungan konsumen keuangan AS (CFPB) tidak menetapkan jumlah bulan, dan menyarankan melihat biaya tak terduga yang pernah Anda alami.
Pasang target lebih dari 6 bulan jika:
- penghasilan tidak tetap, misalnya freelancer, pedagang, atau berbasis komisi
- ada keluarga yang ditanggung, atau Anda satu-satunya pencari nafkah
- di bidang Anda biasanya butuh waktu lama untuk mendapat pekerjaan baru
Kenapa target perlu diuji dengan simulasi?
Target memberi tahu berapa yang perlu disiapkan, tapi belum menjawab apakah jumlah itu benar-benar cukup. Di halaman ini skenario B diatur sebagai penghasilan berhenti 6 bulan lalu kembali, dan C sama tetapi pengeluaran fleksibel dipangkas 30%.
Hal yang sering membuat dana darurat habis lebih cepat:
- pengeluaran sekali waktu yang jatuh saat tidak ada penghasilan, seperti premi asuransi tahunan atau pajak kendaraan
- biaya yang naik setelah berhenti kerja, misalnya asuransi kesehatan yang dulu ditanggung kantor. Masukkan sebagai pengeluaran baru mulai bulan itu.
- penghasilan yang kembali lebih kecil. Atur B ke −100% selama 3 bulan, lalu tambahkan baris pemasukan yang lebih kecil mulai bulan ke-4.
Dana darurat sebaiknya disimpan di mana?
Prinsipnya: bisa diambil kapan saja, nilainya tidak naik-turun, dan terpisah dari rekening belanja supaya tidak terpakai tanpa sengaja. Alat ini tidak merekomendasikan produk keuangan tertentu. Kalau sebagian uang butuh beberapa hari untuk dicairkan atau nilainya bisa turun, jangan hitung sebagai “uang yang bisa dipakai sekarang”.
Apa yang dihitung sebagai “uang yang bisa dipakai sekarang”?
Hanya uang yang benar-benar bisa dipakai di bulan saat dibutuhkan. Kalau ada uang yang baru masuk di bulan tertentu, seperti pesangon atau THR, masukkan sebagai pemasukan sekali waktu di bulan itu, bukan ditambahkan ke saldo awal. Dengan begitu bulan-bulan sebelum uang itu masuk tetap terlihat.
Ingin tahu tabungan cukup berapa bulan kalau penghasilan berhenti sama sekali? Buka Tabungan cukup berapa bulan. Semua rumus ada di halaman Cara hitung.