Kalau penghasilan berhenti, tabungan cukup untuk berapa bulan?

Isi angka sekali, lalu bandingkan rencana sekarang dengan "penghasilan berhenti" dan "penghasilan berhenti dan pengeluaran dipangkas". Lihat bulan saat uang kurang, bukan sekadar tabungan dibagi pengeluaran.

Uang saat ini dan jangka waktu

Uang tunai dan tabungan yang bisa ditarik kapan saja. Jangan masukkan investasi jangka panjang atau dana yang tidak bisa dicairkan.

Pemasukan bulanan (bersih)

Jika pemasukan berubah dari waktu ke waktu, buat satu baris per periode. Contoh: gaji sampai bulan ke-3, lalu kerja paruh waktu mulai bulan ke-4.

Pengeluaran rutin bulanan

Centang "Wajib" untuk pengeluaran yang tidak bisa dipangkas; ini dipakai untuk menghitung target dana darurat. Baris yang tidak dicentang adalah pengeluaran fleksibel, yang dipangkas oleh skenario "pangkas pengeluaran fleksibel".

Pemasukan atau pengeluaran sekali waktu (pilih bulannya)

Misalnya premi asuransi tahunan, pajak kendaraan, uang sekolah, THR, atau pesangon. Masukkan di bulan saat benar-benar terjadi, jangan dirata-rata, supaya bulan yang berat terlihat.

Belum ada.

    Skenario yang dibandingkan

    A adalah rencana Anda sesuai isian. B dan C adalah versi "bagaimana jika" dari A. Hasil langsung berubah saat slider digeser.

    A

    Rencana sesuai isian

    B

    Pemasukan −100% (berhenti) mulai Okt 2026

    C

    Pemasukan −100% (berhenti) mulai Okt 2026 · Pengeluaran fleksibel −30% mulai Okt 2026

    Hasil

    Dihitung di browser Anda. Angka Anda tidak dikirim ke mana pun.

    Isi uang yang Anda punya sekarang serta pemasukan dan pengeluaran, hasilnya langsung muncul di sini.

    Simpan dan ekspor

    Disimpan hanya di browser ini (localStorage). Hapus centang untuk langsung menghapusnya.

    Cara pakai

    1. Isi uang yang bisa dipakai sekarang. Hitung hanya uang tunai dan tabungan yang bisa ditarik kapan saja.
    2. Isi pemasukan dan pengeluaran rutin. Centang “Wajib” untuk pengeluaran yang tidak bisa dipangkas; biarkan yang fleksibel tanpa centang.
    3. Masukkan pengeluaran sekali waktu di bulan jatuh temponya, misalnya premi asuransi tahunan, pajak kendaraan, atau uang sekolah.
    4. Lihat skenario B dan C. Bawaannya adalah “penghasilan berhenti” dan “penghasilan berhenti dan pengeluaran fleksibel dipangkas 30%”. Geser persentase atau ganti bulannya, hasilnya langsung berubah.

    Kenapa tidak cukup tabungan ÷ pengeluaran?

    Rumus itu cepat, tapi menganggap setiap bulan biayanya sama. Misalnya Anda punya Rp 60.000.000 dan pengeluaran rutin Rp 14.600.000 per bulan. Rumusnya bilang sekitar 4,1 bulan. Sekarang tambahkan premi asuransi tahunan Rp 7.000.000 yang jatuh tempo di bulan ke-4:

    Bulan Awal Keluar Akhir
    1 60.000.000 14.600.000 45.400.000
    2 45.400.000 14.600.000 30.800.000
    3 30.800.000 14.600.000 16.200.000
    4 16.200.000 14.600.000 + 7.000.000 −5.400.000

    Uang tidak cukup mulai bulan ke-4, jadi sebenarnya hanya cukup 3 bulan penuh, dan bulan ke-4 kurang Rp 5.400.000. Kalau premi dirata-rata menjadi sekitar Rp 583.333 per bulan, rumusnya memberi sekitar 3,95 bulan, seolah hampir cukup, padahal bulan ke-4 kurang seperempat dari total pengeluarannya (5.400.000 dari 21.600.000).

    Cara membaca hasil

    Bisa dipakai untuk rencana pensiun?

    Kurang cocok. Simulasi maksimal 60 bulan dan tidak menghitung bunga, inflasi, pajak, atau imbal hasil investasi, yang sangat berpengaruh dalam jangka puluhan tahun. Alat ini dibuat untuk pertanyaan jangka pendek: kena PHK, cuti melahirkan, pindah kerja, atau penghasilan freelance yang sedang sepi.

    Ke mana angka saya dikirim?

    Tidak ke mana-mana. Semua dihitung di browser Anda. Angka hanya diingat kalau Anda mencentangnya sendiri, dan bisa dihapus kapan saja. Lihat Privasi dan semua rumus di Cara hitung.