Kelompokkan pos menjadi 3 jenis
| Jenis | Contoh | Diisi di |
|---|---|---|
| Rutin dan wajib | sewa, makan, listrik, cicilan | Pengeluaran rutin, centang “Wajib” |
| Rutin tapi fleksibel | jajan, belanja, langganan | Pengeluaran rutin, tanpa centang |
| Sekali waktu di bulan tertentu | premi tahunan, pajak kendaraan, uang sekolah, THR | Pos sekali waktu, pilih bulannya |
Isi pemasukan bersih setelah pajak dan potongan, yaitu uang yang benar-benar masuk rekening. Kalau pemasukan berubah dari waktu ke waktu, buat baris terpisah dan pilih “Bulan tertentu”.
Cara menghitung pengeluaran bulanan tanpa menyembunyikan tagihan tahunan
Contoh: pemasukan Rp 16.000.000 per bulan, pengeluaran rutin Rp 14.600.000, jadi sisa Rp 1.400.000 per bulan. Ada premi asuransi tahunan Rp 7.000.000 di bulan ke-4.
- Kalau dirata-rata, premi itu sekitar Rp 583.333 per bulan, sehingga seolah-olah sisa sekitar Rp 816.667 setiap bulan.
- Kalau ditaruh di bulan sebenarnya dan mulai dari Rp 0, tiga bulan pertama terkumpul Rp 4.200.000, lalu bulan ke-4 minus Rp 1.400.000.
Tabel per bulan di alat ini langsung menandai bulan seperti itu dengan status “Kurang”.
Bandingkan “penghasilan turun” dengan “pangkas pengeluaran”
Di halaman ini, B diatur sebagai penghasilan −20% dan C sebagai pengeluaran fleksibel −20%. Gunakan untuk melihat seberapa besar pemangkasan bisa menutup penghasilan yang hilang. Kalau porsi pengeluaran fleksibel kecil, memangkas 20% mungkin hasilnya tidak sebesar yang dibayangkan.
Simpan dan lanjutkan
Tombol Unduh CSV bisa dibuka di Excel atau Google Sheets dan berisi setiap bulan dari ketiga skenario. Tombol Cetak menyimpan PDF lengkap dengan isian dan asumsinya.
Semua rumus ada di halaman Cara hitung.